Buper Pleseran dan Telogo Asmoro

Bumi perkemahan yang terdapat telaga dimana airnya sebening kaca

Jl. Nglurah, Area Hutan, Desa Nglurah, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792

Plesiran ke Bumi Perkemahan Pleseran memberikan pengalaman yang komplet. Wisata adventure bisa kita dapatkan dengan adanya lokasi camping ground yang cukup luas dan nyaman. Tersedianya spot-spot selfie, sangat memanjakan bagi para pemburu foto. Belum lagi menikmati kesegaran air asli pegunungan yang jernih dan segar bisa dinikmati di Telogo Asmoro.

oleh | Selasa, 6 Agustus 2019

Telaga sangat jernih dan segar sekaligus mejadi spot foto yang instagramable (Foto by Jejaka)

Tiket Masuk Air Buper Pleseran

Tiket Masuk: Rp 5.000
Camping: Rp 10.000
Sewa Tenda: Rp 50.000
Sewa Matras: Rp 5.000
Kayu bakar:
Ikat Besar: Rp 40.000
Ikat Kecil: Rp 20.000

Jam Buka Buper Pleseran

Senin – Minggu: Selalu Buka

Tiket Parkir Kendaraan

Tiket Parkir: Gratis / Free

Tiket Masuk Telogo Asmoro

Tiket masuk: Gratis
Sewa Ban: Gratis
Sewa kasur: Rp 10.000

Jalan yang menanjak bak titian kehidupan, telah menghantarkan Jejaka ke sebuah tempat yang sejuk, tenang, dan asri. Semilir angin pegunungan berhembus seolah menyapa, saat kami mulai memasuki kawasan hutan pinus ini. Sejenak kami lupa, jika tadi sempat beradu mulut untuk mengganti destinasi. Bagaimana tidak, selepas perkampungan penduduk, tidak ada papan penunjuk yang menjadi acuan kami. Pun tidak ada warga yang bisa menjadi tempat kami mencari informasi. Mungkin karena masih pagi ya, jadi belum banyak warga yang beraktivitas. Namun, kegundahan dan kegalauan itu semua sirna, saat kami tiba di tempat ini.

Sebuah gapura sederhana yang terbuat dari batang pohon pinus, dengan hiasan roda di kanan dan kirinya. Di tengahnya terdapat tulisan Pleseran, pertanda Jejaka sudah sampai di lokasi tujuan. Kami pun langsung menuju ke parkiran motor. Hal pertama yang menarik mata kami adalah sebuah pondok. Yups sebuah pondok unik yang terbuat dari papan pohon pinus. Bangunan ini sekaligus dijadikan pos retribusi untuk masuk di wisata ini.

Jalur menuju ke Camping Ground Buper Pleseran

Menapaki masuk, mata kami tertuju pada sebuah gardu pandang yang berada di sisi kiri pintu masuk. Berdiri di antara tiga pohon pinus yang menjadi penopangnya. Jejaka pun langsung ingin mencoba menaiki gardu pandang tersebut. Tapi, sebelum ke gardu pandang, Jejaka sempat melewati sebuah mushola yang berkonsep alam. Tempatnya lumayan bersih, dan sudah disediakan sajadah serta mukena buat pengunjung.

Menaiki anak tangga gardu pandang, Jejaka sedikit berhati-hati. Karena jarak antaranak tangga sedikit renggang. Begitu sampai di atas, pemandangan alam Desa Nglurah tepampang di depan mata. Terdapat juga papan informasi, bahwa kita sudah berada di ketinggian 1200 Mdpl (meter dari permukaan laut). Udara dingin sudah pasti ya sobat Jejaka.

Dari ketinggian ini, sobat Jejaka juga bisa melihat landscape di Buper Pleseran dengan sangat jelas. Di sisi barat, hamparan perbukitan berdiri dengan tegaknya seolah menjadi pagar. Jika sore hari, gardu pandang ini juga bisa dijadikan spot menikmati matahari terbenam lho sob. Yang tentunya menambah sisi romantis dari wisata ini. Dan pastinya, kenangan sobat Jejaka semuanya semakin berkesan.

Setelah turun dari gardu pandang, naik beberapa langkah lagi, Jejaka disambut oleh taman bunga yang indah. Terdapat pula ayunan terbuat dari batang pohon pinus. Disediakan juga tempat duduk untuk bersantai, sangat cocok digunakan bercengkrama dengan kerabat, orang dekat, atau orang lain untuk saling bertukar pikiran. Duduk bersama mereka, dan menceritakan apa yang perlu diceritakan. Seperti angin yang selalu berbisik pada dedaunan.

Beberapa spot foto juga disediakan untuk generasi milenial, mereka bisa melampiaskan dan terpuaskan hasratnya untuk memenuhi feed di media sosialnya. Seperti, Sarang burung, Harley raksasa dari ban bekas, taman bunga, jaring dari ban bekas dan masih banyak lainnya.

Naik beberapa tangga lagi, terdapat tanah lapang lumayan luas. Tempat inilah yang digunakan sebagai lokasi camping ground. Sekitar 30an tenda bisa ditampung di lokasi ini. Tanahnya cukup datar dan tidak begitu bergelombang. Sangat nyaman untuk membuka tenda bagi yang ingin menikmati bermalam di tengah hutan pinus ini.

Untuk keperluan api unggun, sobat Jejaka bisa memesan kayunya terlebih dahulu. Tinggal pilih ukuran ikat yang besar atau yang kecil. Atau jika masih ada tenaga, sobat bisa mencari sendiri di hutan. Tapi pilih ranting yang sudah jatuh di tanah ya sobat. Dan diingat jalan kembali menuju ke camping ground Pleseran, jangan sampai nyasar ya, heheheh. Jadi gak lucu kan?!

Tempat bersantai menikmati kesejukan Buper Pleseran. (Foto by Jejaka)

Setelah cukup lelah berputar di sekitar Bumi Perkemahan Pleseran, kami pun memutuskan beristirahat sejenak. Di saat Jejaka sedang menikmati ketenangan hutan pinus. Terdengar sayup-sayup suara dari sisi selatan, yang memecahkan lamunan kami. Sebuah suara seperti benda yang jatuh di air. “Byur, byur”, “wah airnya dingin, ayo cepetan loncat sini.”

Karena penasaran Jejaka pun menelusuri suara tersebut. Nampak dari kejauhan, beberapa anak muda sedang bermain di sebuah telaga yang sangat jernih airnya. Yess, saking jernihnya, terlihat kemilau pantulan cahaya sang mentari di antara riak air telaga.

Tidak ingin berlama-lama didera penasaran, kami pun memutuskan untuk mendatangi telaga tersebut. Menuruni beberapa anak tangga, sampailan kami di depan gerbang masuk telaga. Sebuah gerbang terbuat dari akar atau ranting pohon pinus, yang disusun membentuk setengah lingkaran. Diatasnya terdapat tulisan nama dari telaga ini yaitu “Telogo Asmoro”.

Jejaka pun mulai mendekati bibir telaga. Dan yang bikin takjub airnya benar-benar bersih dan jernih sobat. Pantulannya seolah kami sedang bercermin di depan kaca. Hasrat ingin segera menceburkan diri mulai berputar di kepala kami. Namun pagi itu udara masih sangat dingin, dan akhirnya kami pun mengurungkan niat untuk berenang di Telogo Asmoro ini. Kami pun sedikit iri dengan pemuda-pemuda ini. Tapi apalah daya, kami cukup menikmati keriangan mereka bermain air. Itu sudah cukup mengobati. Hehehe

Salah satu spot foto di dekat Telogo Asmoro. (Foto by Jejaka)

Tidak ingin terlarut kegalauan, kami pun memilih untuk menjelajah lokasi di sekitar Telogo Asmoro. Ternyata di telaga ini terdapat dua kolam. Kolam di atasnya tidak begitu besar dan lumayan dangkal. Cocok untuk anak-anak yang ingin bermain air. Naik sedikit lagi terdapat gazebo tanpa atap, lumayan nyaman untuk menikmati keindahan Telogo Asmoro.

Oh ya fyi nih sobat Jejaka. Selama perjalan kami menuju ke Bumi Perkemahan Pleseran ini, Jejaka lihat banyak warga yang membudidayakan tanaman hias. Sangat cantik dan indah-indah. Jika sempat luangkan sedikit waktu melihat dan membeli untuk ditanam di pekarangan rumah.

Namun, sangat disayangkan jalan menuju ke lokasi wisata masih belum begitu mulus. Masih perlu banyak perbaikan. Tapi, udara dingin, lokasi yang tenang, membuat semua letih pikiran dan jasmani sirna, dan tergantikan dengan ketentraman hati. Kapan giliran kalian datang kemari?

Rute Menuju Lokasi Buper Pleseran dan Telogo Asmoro

Dari Terminal Tawangmangu ke timur – sekitar 300 meter ada Wisma Kartini -belok kanan masuk gang perkampungan – Mentok belok kiri – melewati jalan menurun terus menanjak – mentok belok kanan – Mentok belok kiri – Mentok ketemu Situs Menggung belok kanan – perempatan pertama belok kiri – mentok belok kiri – mentok belok kanan – ikuti jalur menanjak – sampai di lokasi

Galery Foto Buper Pleseran dan Telogo Asmoro

JELAJAH ALAM

Pin It on Pinterest

Share This